Scholar Expert

Direktori Pakar

Jelajahi dosen/peneliti, ringkasan keahlian, dan indikator publikasi.

Cari pakar
Bersihkan
M

Masduki

Faculty of Social and Cultural Sciences • Communication Science

Masduki, dosen Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, memiliki keahlian riset yang berfokus pada dinamika media pasca-otoritarian, advokasi kebebasan pers, dan transformasi penyiaran di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, risetnya menonjolkan pergeseran ke arah aktivisme digital untuk advokasi kebebasan pers, sebagaimana terlihat pada publikasi tahun 2025 yang mengkaji model dan karakteristik aktivisme digital oleh organisasi masyarakat sipil. Ia juga menyoroti urgensi pendidikan multikultural dalam membangun masyarakat madani dari perspektif filsafat pendidikan Islam. Kajiannya tentang jurnalisme pengawas (watchdog) di era pasca-otoritarian, khususnya pada surat kabar Kompas, menunjukkan minat berkelanjutan pada etika dan peran media dalam demokrasi. Selain itu, Masduki meneliti strategi keberlanjutan radio komunitas di Indonesia, yang menghadapi tantangan antara pendanaan negara dan kesukarelaan, serta membandingkan model penyiaran publik Indonesia dengan Jerman dan Australia. Risetnya juga mencakup dampak kolonialisme Jepang terhadap radio Indonesia dan serangan digital terhadap kebebasan media oleh cyber-troops. Secara keseluruhan, fokus mutakhir Masduki menekankan pada interaksi antara teknologi digital, advokasi kebebasan pers, dan pluralisme budaya, dengan metode studi kasus dan analisis historis-komparatif yang memperkuat kontribusinya pada pemahaman tentang transformasi media di Indonesia pasca-otoritarian.

M

Masitoh Nur Rohma

Faculty of Social and Cultural Sciences • International Relations

Masitoh Nur Rohma memiliki keahlian akademik yang berfokus pada persimpangan antara isu lingkungan, gender, dan aktivisme digital dalam konteks hubungan internasional kontemporer. Dalam lima tahun terakhir, risetnya secara dominan menyoroti kegagalan implementasi komitmen lingkungan global di tingkat domestik, seperti terlihat pada kajian internalisasi Perjanjian Paris dalam Nationally Determined Contributions Indonesia serta kritik terhadap rencana pemindahan ibu kota yang dinilai tidak memenuhi prinsip pembangunan berkelanjutan. Pergeseran tematik yang menonjol adalah penguatan perspektif ekofeminisme dan peran perempuan dalam gerakan lingkungan, misalnya melalui analisis terhadap kelompok Mpu Uteun di Aceh yang menantang maskulinitas dan menerapkan aspek ekofeminisme sebagai penjaga hutan. Selain itu, ia secara konsisten meneliti efektivitas aktivisme digital, mulai dari gerakan lingkungan seperti Pandawara Group dan Earth Hour hingga pemanfaatan platform digital oleh penggemar K-Pop dalam Pemilu 2024. Metode yang digunakan mencakup analisis kebijakan, studi kasus gerakan sosial, dan pendekatan jaringan advokasi transnasional, seperti terlihat pada kajian gerakan Me Too di Indonesia. Objek kajiannya meliputi aktor negara, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas daring, dengan fokus mutakhir pada bagaimana tekanan publik digital dapat memengaruhi kebijakan lingkungan dan tata kelola sumber daya alam. Riset awalnya mengenai diplomasi IENGO di negara berkembang memberikan landasan bagi minat berkelanjutan pada efektivitas aktor non-negara, namun kini lebih terarah pada dinamika lokal Indonesia dan resistensi organik masyarakat terhadap kebijakan yang dianggap serampangan.

M

Masyhud Asyhari

Faculty of Law • Law

Keahlian akademik Masyhud Asyhari berakar pada kajian hukum agraria dan pertanahan nasional, dengan fokus utama pada status tanah kesultanan serta pemberdayaan hak rakyat atas tanah. Publikasi awalnya, seperti "UUPA: Antara Idealita dan Realita" (1993) dan "Pemberdayaan Hak-Hak Rakyat Atas Tanah" (2000), menunjukkan perhatian konsisten terhadap kesenjangan antara cita-cita Undang-Undang Pokok Agraria dan implementasinya di lapangan. Karya "Status Tanah–Tanah Kesultanan Ternate dalam Perspektif Tanah Nasional" (2008) memperdalam analisis tentang konflik antara hukum adat dan sistem tanah nasional, khususnya dalam konteks tanah kesultanan. Meskipun dalam lima tahun terakhir (2022–2026) tidak terdapat publikasi baru, korpus yang ada menunjukkan bahwa riset beliau berpusat pada isu-isu struktural agraria, seperti ketimpangan penguasaan tanah, perlindungan hak masyarakat adat, dan kritik terhadap implementasi UUPA. Tidak ada pergeseran tema yang signifikan; sebaliknya, terdapat kesinambungan dalam mengkaji dinamika hukum tanah dari perspektif keadilan sosial dan pluralisme hukum. Fokus mutakhir yang dapat disintesis adalah upaya mengintegrasikan nilai-nilai lokal, seperti hak ulayat kesultanan, ke dalam kerangka hukum nasional yang seragam. Dengan demikian, keahlian beliau mencakup analisis kritis terhadap kebijakan agraria, advokasi hak rakyat, dan pemetaan konflik antara hukum positif dan hukum adat.

M

Maulidia Mulyani

Faculty of Islamic Studies • Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah)

Maulidia Mulyani memiliki keahlian akademik di bidang hukum keluarga Islam dengan fokus mutakhir pada persoalan hukum kontemporer yang berkaitan dengan perlindungan hukum, hak administrasi keluarga, dan dampak putusan pengadilan terhadap praktik perkawinan. Dalam lima tahun terakhir, risetnya secara konsisten menyoroti isu-isu hukum yang muncul dari dinamika sosial dan digital, seperti kejahatan berbasis gender secara daring melalui modus love scam yang menuntut penyesuaian legislasi demi perlindungan korban. Ia juga menelaah hambatan administratif yang dihadapi kelompok minoritas, seperti pengungsi Syiah Sampang, dalam memperoleh hak pencatatan perkawinan dan dokumen keluarga, serta mengkaji implikasi yuridis putusan Mahkamah Konstitusi terhadap perjanjian perkawinan dalam perkawinan campuran, khususnya terkait kepemilikan aset. Sebagai konteks kesinambungan, publikasi awalnya membahas kontrak hibrida dalam praktik asuransi syariah dan peran media sosial bagi pasangan suami istri dalam menjalani hubungan jarak jauh. Terlihat adanya pergeseran tematik dari kajian kontrak syariah dan dinamika rumah tangga menuju isu-isu hukum keluarga yang lebih terikat dengan kebijakan publik, perlindungan kelompok rentan, dan tantangan era digital. Fokus mutakhir risetnya menonjolkan upaya menyelaraskan norma hukum keluarga dengan realitas sosial dan teknologi.

M

Maulidyati Aisyah

Faculty of Business and Economics • Accounting

Maulidyati Aisyah memiliki keahlian akademik di bidang akuntansi dengan fokus riset mutakhir pada sistem pengendalian internal dan adopsi teknologi keuangan. Publikasi terbarunya pada 2024 menganalisis penerapan kerangka COSO 2013 dalam sistem pengendalian internal atas pembayaran dana pensiun di PT XYZ, menunjukkan perhatian pada aspek tata kelola dan pengawasan keuangan perusahaan. Sebelumnya pada 2022, ia meneliti pengaruh persepsi risiko dan dukungan pemerintah terhadap minat penggunaan mobile banking dengan persepsi kegunaan sebagai variabel mediasi, yang merefleksikan kajian atas perilaku pengguna dalam konteks digitalisasi perbankan pascapandemi. Kedua riset ini menandai pergeseran tematik dari kajian awal yang lebih beragam, seperti determinan minat mahasiswa akuntansi mengikuti ujian sertifikasi internasional, pencegahan kecurangan di pondok pesantren, serta faktor fundamental harga saham perbankan. Pada periode 2020-2021, ia juga terlibat dalam edukasi pemanfaatan aplikasi digital untuk pemasaran produk olahan salak dan peningkatan omzet petani selama pandemi, serta meneliti determinan niat penggunaan e-wallet menggunakan model TRAM. Secara keseluruhan, keahliannya kini terpusat pada integrasi sistem pengendalian internal dengan teknologi keuangan, serta faktor-faktor yang memengaruhi adopsi layanan digital di sektor perbankan dan keuangan.

M

Medilla Kusriyanto

Faculty of Industrial Technology • Electrical Engineering

Medilla Kusriyanto memiliki keahlian akademik yang berfokus pada pengembangan sistem monitoring dan kontrol berbasis Internet of Things (IoT) serta integrasi kecerdasan buatan untuk aplikasi lingkungan, pertanian, dan kesehatan. Dalam lima tahun terakhir, risetnya didominasi oleh implementasi IoT pada berbagai sektor, seperti smart farming dengan protokol MQTT untuk monitoring lingkungan, sistem deteksi kerusakan lampu lalu lintas secara real-time, pemantauan kualitas air kolam ikan koi, serta monitoring partikel PM2.5 pada air purifier. Publikasi terbaru juga menunjukkan perluasan ke bidang kesehatan melalui kerangka prediktif LightGBM untuk analisis glukosa darah menggunakan data PPG, usia, dan BMI. Pergeseran signifikan terlihat dari riset awal yang berfokus pada sistem kontrol mikrohidro, robotika, dan palang pintu otomatis, menuju dominasi aplikasi IoT yang lebih terintegrasi dengan analitik data dan machine learning. Metode yang digunakan konsisten mengandalkan platform Arduino, sensor spesifik, dan komunikasi nirkabel, namun kini diperkaya dengan protokol MQTT dan algoritma prediktif. Objek kajian bergerak dari perangkat keras terisolasi menuju sistem cerdas yang responsif dan adaptif, mencerminkan arah riset mutakhir yang menekankan pada solusi berbasis data untuk permasalahan nyata di bidang pertanian, transportasi, lingkungan, dan kesehatan.

M

Megawati

Faculty of Law • Law

Megawati, dosen pada Fakultas Hukum, memiliki rekam jejak publikasi yang sangat terbatas dengan total satu karya ilmiah. Publikasi tunggalnya pada tahun 2018 berjudul "Adsorption of Fe(III) on the biosorbent from polymerization process of nephelium fruit peel extract" menunjukkan latar belakang keilmuan di luar ranah hukum, yaitu di bidang kimia lingkungan dan bioteknologi, khususnya mengenai pemanfaatan limbah organik sebagai biosorben untuk menyerap ion logam berat. Dalam rentang lima tahun terakhir (2022–2026), tidak terdapat publikasi baru yang tercatat. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada perkembangan atau pergeseran tema riset yang dapat diidentifikasi dari data yang tersedia. Dengan demikian, keahlian akademik Megawati saat ini tidak dapat dipetakan secara mutakhir berdasarkan publikasi terbaru. Fokus riset yang pernah ditunjukkan pada tahun 2018 bersifat terisolasi dan tidak berkesinambungan dengan karya ilmiah lain. Oleh karena itu, tidak ada bukti yang cukup untuk menyimpulkan adanya arah riset hukum atau multidisiplin yang sedang dikembangkan. Ringkasan ini hanya dapat mendokumentasikan satu kontribusi ilmiah lama yang bersifat teknis-lingkungan, tanpa indikasi aktivitas penelitian berkelanjutan dalam lima tahun terakhir.

M

Meilinda Fitriani Nur Maghfiroh

Faculty of Industrial Technology • Industrial Engineering

Meilinda Fitriani Nur Maghfiroh memiliki keahlian akademik yang berfokus pada rekayasa industri dengan penekanan pada optimasi sistem logistik, transportasi cerdas, dan keberlanjutan perkotaan. Dalam lima tahun terakhir, risetnya secara dominan mengkaji digitalisasi transportasi publik dan mobilitas listrik, seperti terlihat pada studi tentang kesiapan kendaraan listrik di Indonesia serta evaluasi kepuasan komuter di Jakarta Smart City. Ia juga mengembangkan model lokasi-rute untuk evakuasi bencana menggunakan truk listrik dan kendaraan konvensional, yang menunjukkan kesinambungan dari riset sebelumnya tentang distribusi bantuan kemanusiaan dan penempatan ambulans. Pergeseran tematik terlihat pada perluasan kajian ke energi terbarukan, seperti analisis rantai pasok hidrogen dan siklus biaya elektrifikasi di daerah pedesaan. Metode yang digunakan meliputi pemrograman linier campuran, metaheuristik, analisis multikriteria, dan pemodelan regresi spasial. Objek kajian mencakup sektor publik dan swasta, mulai dari pengelolaan limbah medis COVID-19, konversi lahan pertanian, hingga pemasaran digital UKM batik. Riset mutakhirnya juga merambah pariwisata berkelanjutan melalui pemrosesan bahasa alami untuk meningkatkan layanan di destinasi seperti Candi Borobudur dan Bahla Fort. Secara keseluruhan, keahliannya berpusat pada integrasi teknologi cerdas dan analisis keputusan untuk menciptakan sistem industri yang tangguh, efisien, dan ramah lingkungan, dengan fokus pada konteks Indonesia dan negara berkembang.

M

Mellisa Fitri Andriyani Muzakir

Faculty of Business and Economics • Bisnis Digital

Mellisa Fitri Andriyani Muzakir memiliki keahlian akademik yang berfokus pada persimpangan antara kewirausahaan digital, transformasi bisnis UMKM, dan keberlanjutan lingkungan, dengan penekanan kuat pada riset lima tahun terakhir. Publikasi awalnya berkisar pada analisis pasar modal dan kinerja keuangan, seperti reaksi pasar terhadap berita Covid-19 dan pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kinerja finansial. Namun, sejak 2022, terjadi pergeseran signifikan menuju digitalisasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Riset mutakhirnya menyoroti adopsi teknologi website sebagai platform pendanaan UMKM mahasiswa melalui teori Difusi Inovasi, serta praktik transformasi digital pada UMKM Ikatan Pengusaha Aisyiyah Sleman. Ia juga mengeksplorasi kewirausahaan santri melalui pelatihan e-commerce dan pengembangan potensi wirausaha di Maahad Tahfiz Malaysia. Di sisi keberlanjutan, ia meneliti kontribusi komitmen lingkungan terhadap bisnis berkelanjutan dan ekonomi sirkular, serta peran dewan direksi independen dalam meningkatkan nilai perusahaan melalui tanggung jawab lingkungan. Kajiannya mencakup pariwisata kuliner berbasis masyarakat di Magelang, sistem pintar untuk daur ulang tekstil, dan analisis dampak pengumuman Danantara terhadap indeks saham Indonesia. Metode yang digunakan beragam, mulai dari studi kasus kualitatif hingga survei kuantitatif, dengan objek kajian meliputi UMKM, BUMN, dan sektor perbankan. Arah riset terkini menunjukkan integrasi antara inovasi digital, pemberdayaan ekonomi lokal, dan komitmen lingkungan sebagai pilar utama pengembangan bisnis berkelanjutan.

M

Mellody Yudhashinta Putri Cahyono

Faculty of Medicine • Medicine

Mellody Yudhashinta Putri Cahyono memiliki keahlian akademik yang berfokus pada respons medis terpadu dan pelayanan kesehatan darurat, terutama dalam konteks bencana alam dan krisis kesehatan masyarakat. Publikasi terbarunya pada tahun 2026 mengkaji respon medis terpadu pasca bencana banjir di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan menyoroti pemulihan akses layanan kesehatan dan pencegahan wabah penyakit menular pada kelompok rentan. Kajian ini menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penanganan darurat pasca bencana yang melumpuhkan infrastruktur kesehatan. Sebelumnya, pada tahun 2022, ia meneliti dampak pandemi COVID-19 terhadap layanan Posyandu Lansia, sebuah program berbasis komunitas yang melibatkan aktivitas luar ruangan kelompok besar. Riset ini mengidentifikasi peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas pada lansia akibat gangguan layanan kesehatan rutin selama pandemi. Terdapat pergeseran fokus dari dampak pandemi terhadap layanan kesehatan komunitas menuju respons medis darurat pasca bencana alam, namun keduanya tetap berada dalam kerangka pelayanan kesehatan terpadu untuk populasi rentan. Metode yang digunakan mencakup pendekatan komunitas dan analisis dampak bencana terhadap infrastruktur kesehatan. Arah riset mutakhirnya menonjolkan integrasi respons medis darurat dengan upaya pencegahan wabah pasca bencana, khususnya di daerah terpencil yang rawan bencana.

M

M. Galieh Gunagama

Faculty of Civil Engineering and Planning • Architecture

Keahlian akademik M. Galieh Gunagama dalam arsitektur menunjukkan pergeseran fokus yang jelas dari isu pariwisata dan pembelajaran menuju eksplorasi teknologi komputasional dan spekulasi masa depan. Publikasi awalnya, seperti analisis pemaketan wisata di Yogyakarta (2014) dan kajian pariwisata pascapandemi (2020), menandakan minat pada aspek sosial-ekonomi dan perencanaan. Namun, sejak 2017, risetnya berbelok tajam ke arah otomatisasi dan algoritma generatif, seperti terlihat pada "AUTOMATICTECTURE" (2017) dan "Generative Algorithms in Alternative Design Exploration" (2018). Fokus mutakhirnya, yang ditunjukkan oleh "Seeing through Black Mirror: Future Society and Architecture" (2019), menonjolkan pendekatan spekulatif dan kritis terhadap dampak teknologi pada masyarakat dan bentuk arsitektur. Meskipun tidak ada publikasi dalam rentang 2022-2026, arah risetnya secara konsisten mengintegrasikan metode komputasi, desain algoritmik, dan wacana futuristik. Pergeseran ini menegaskan spesialisasinya pada arsitektur digital, otomatisasi desain, dan eksplorasi skenario masa depan, meninggalkan kajian pariwisata dan pedagogi sebagai konteks awal yang kini tidak lagi menjadi fokus utama.

M

M Hajar Dewantoro

Faculty of Islamic Studies • Islamic Education

M Hajar Dewantoro, dosen Pendidikan Agama Islam, menunjukkan pergeseran riset yang jelas dari kajian manajemen dan kurikulum menuju isu integrasi keilmuan serta adaptasi teknologi dalam pendidikan Islam. Publikasi awalnya pada 2003-2005 berfokus pada pengembangan kurikulum PAI dan manajemen masjid serta BMT, kemudian pada 2021 mengkaji otonomi sekolah dan kepemimpinan profetik. Namun, dalam lima tahun terakhir, perhatiannya terpusat pada bagaimana pendidikan Islam merespons tantangan kontemporer. Riset utamanya pada 2024 mengkaji peran pendidikan Islam dalam mengintegrasikan Islam dan sains di era Revolusi Industri 5.0, menekankan pentingnya pola integrasi di tengah percepatan teknologi. Sebelumnya, ia meneliti peran orang tua dalam menjaga kebersihan anak selama pandemi Covid-19 dari perspektif psikologi pendidikan Islam, pengembangan laboratorium PAI dalam perspektif blended learning, serta penggunaan platform pembelajaran daring bagi siswa tunagrahita. Secara keseluruhan, arah riset mutakhir Dewantoro berfokus pada integrasi nilai-nilai Islam dengan kemajuan sains dan teknologi, adaptasi metode pembelajaran berbasis digital dan blended, serta penanganan isu-isu psikologis dan sosial dalam pendidikan Islam, meninggalkan kajian manajerial dan kurikulum yang lebih bersifat administratif.

Halaman 52 dari 97 · 1159 pakar