STATUS TANAH–TANAH KESULTANAN TERNATE DALAM PERSPEKTIF TANAH NASIONAL
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada • 2008
Keahlian akademik Masyhud Asyhari berakar pada kajian hukum agraria dan pertanahan nasional, dengan fokus utama pada status tanah kesultanan serta pemberdayaan hak rakyat atas tanah. Publikasi awalnya, seperti "UUPA: Antara Idealita dan Realita" (1993) dan "Pemberdayaan Hak-Hak Rakyat Atas Tanah" (2000), menunjukkan perhatian konsisten terhadap kesenjangan antara cita-cita Undang-Undang Pokok Agraria dan implementasinya di lapangan. Karya "Status Tanah–Tanah Kesultanan Ternate dalam Perspektif Tanah Nasional" (2008) memperdalam analisis tentang konflik antara hukum adat dan sistem tanah nasional, khususnya dalam konteks tanah kesultanan. Meskipun dalam lima tahun terakhir (2022–2026) tidak terdapat publikasi baru, korpus yang ada menunjukkan bahwa riset beliau berpusat pada isu-isu struktural agraria, seperti ketimpangan penguasaan tanah, perlindungan hak masyarakat adat, dan kritik terhadap implementasi UUPA. Tidak ada pergeseran tema yang signifikan; sebaliknya, terdapat kesinambungan dalam mengkaji dinamika hukum tanah dari perspektif keadilan sosial dan pluralisme hukum. Fokus mutakhir yang dapat disintesis adalah upaya mengintegrasikan nilai-nilai lokal, seperti hak ulayat kesultanan, ke dalam kerangka hukum nasional yang seragam. Dengan demikian, keahlian beliau mencakup analisis kritis terhadap kebijakan agraria, advokasi hak rakyat, dan pemetaan konflik antara hukum positif dan hukum adat.
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada • 2008
JURNAL HUKUM IUS QUIA IUSTUM • 2000