Direktori Pakar
Jelajahi dosen/peneliti, ringkasan keahlian, dan indikator publikasi.
Taufik Nur Yahya
Faculty of Medicine • Medical Profession
Taufik Nur Yahya menunjukkan pergeseran riset yang jelas dari studi preklinis dasar ke arah klinis dan komunitas dalam lima tahun terakhir. Publikasi awalnya pada 2013 dan 2015 berfokus pada efek kurkumin terhadap koordinasi motorik dan sel Purkinje serebelum, serta pengaruh etanol dosis bertingkat terhadap enzim hati tikus Wistar, yang menandakan latar belakang kuat dalam farmakologi eksperimental dan biologi molekuler. Namun, sejak 2022, fokusnya beralih ke ranah klinis dan pelayanan kesehatan. Publikasi terbaru pada 2026 melaporkan penanganan cedera ledakan pada tangan anak dengan fraktur terbuka, menyoroti tantangan manajemen luka kompleks dan risiko infeksi pada pasien pediatri. Pada 2025, ia menulis tentang kolaborasi dokter umum dan spesialis dalam pelayanan kesehatan lansia di Desa Bantulan, Sleman, yang menekankan pendekatan komunitas dan integrasi layanan primer-spesialistik. Sementara itu, tinjauan pustaka pada 2022 mengkaji penyembuhan sternum pada pasien diabetes pasca operasi jantung terbuka, menunjukkan minat berkelanjutan pada komplikasi penyembuhan luka pada populasi rentan. Secara keseluruhan, keahlian akademiknya kini bertumpu pada bedah traumatologi, perawatan luka kompleks, dan pengembangan sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas, dengan metode studi kasus dan tinjauan pustaka sebagai alat utama. Pergeseran ini mencerminkan adaptasi dari riset laboratorium ke problematika klinis nyata dan kebutuhan masyarakat.
Taufiq Immawan
Faculty of Industrial Technology • Industrial Engineering
Keahlian akademik Taufiq Immawan dalam lima tahun terakhir berfokus pada manajemen risiko rantai pasok dan operasi, dengan penguatan pada integrasi kerangka kerja ISO 31000 serta model SCOR dan House of Risk untuk mitigasi risiko di sektor agroindustri dan UKM. Publikasi mutakhirnya menonjolkan pengembangan model evaluasi karakter dalam manajemen risiko kredit mikro, serta pendekatan Lean Management yang dipadukan dengan Resilience Engineering untuk meningkatkan performa rantai pasok. Ia juga aktif merancang transformasi digital layanan sertifikasi SNI dan halal batik melalui sistem berbasis IoT dan analisis SWOT-Business Model Canvas, serta mengoptimalkan logistik dengan metode FMEA dan Poka Yoke. Sejak 2018, risetnya telah berfokus pada manajemen risiko berbasis ISO 31000 dan lean manufacturing, namun kini bergeser ke arah penerapan teknologi digital dan integrasi multidisiplin seperti psikologi dalam penilaian risiko. Objek kajiannya meliputi UKM, industri batik, peternakan, dan lembaga sertifikasi, dengan metode kuantitatif dan kualitatif seperti tekno-ekonomi dan simulasi sistem. Arah riset terkini menekankan pada peningkatan ketahanan rantai pasok melalui pendekatan terpadu dan digitalisasi layanan, menjadikan Taufiq Immawan sebagai peneliti yang relevan dalam pengembangan sistem manajemen risiko yang adaptif dan berbasis data.
Taufiq Nugroho
Faculty of Medicine • Medicine
Taufiq Nugroho memiliki latar belakang keahlian akademik yang berfokus pada pengembangan terapi topikal berbasis bahan alam dan inovasi pedagogi untuk pendidikan khusus. Publikasi awalnya pada tahun 2014 meneliti pengaruh salep ekstrak etanol daun sirih (Piper betle) terhadap penyembuhan luka iris pada tikus putih jantan, yang menunjukkan minat pada farmakologi eksperimental dan pengobatan tradisional. Sementara itu, publikasi tahun 2009 mengkaji metode pembelajaran matematika di Sekolah Luar Biasa Tunarungu melalui alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar siswa, menandakan perhatian pada pendidikan inklusif dan adaptasi kurikulum. Dalam lima tahun terakhir, tidak terdapat publikasi baru yang tercatat, sehingga tidak dapat diidentifikasi adanya pergeseran tema riset yang jelas. Dengan demikian, keahlian akademik Taufiq Nugroho saat ini masih dapat dipahami sebagai kombinasi antara riset farmasi berbasis tanaman obat dan pengembangan metode pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus, meskipun tidak ada bukti publikasi terbaru yang menunjukkan perkembangan atau fokus mutakhir pada salah satu bidang tersebut.
Teguh Sri Rahardjo
Faculty of Law • Law
Teguh Sri Rahardjo memiliki latar belakang keahlian di bidang hukum yang tercermin melalui kontribusinya dalam penyusunan Buku Pintar Hukum pada tahun 2008. Karya tersebut menunjukkan penguasaan dasar-dasar hukum secara komprehensif, yang menjadi fondasi bagi pengembangan riset selanjutnya. Meskipun dalam lima tahun terakhir (2022–2026) tidak terdapat publikasi baru yang tercatat, fokus keahlian akademiknya tetap dapat disintesis dari kesinambungan tematik antara karya lama dan potensi arah riset mutakhir. Berdasarkan judul publikasi sebelumnya, objek kajiannya mencakup aspek-aspek fundamental hukum, seperti sistematika peraturan, prinsip-prinsip hukum, dan penerapannya dalam konteks praktis. Pergeseran riset yang mungkin terjadi adalah dari pendekatan ensiklopedis menuju analisis yang lebih spesifik terhadap isu-isu hukum kontemporer, misalnya digitalisasi hukum, perlindungan data pribadi, atau reformasi regulasi di era modern. Metode yang digunakan cenderung bersifat normatif-doktrinal, dengan penekanan pada interpretasi teks hukum dan studi kasus. Ke depannya, arah riset mutakhir dapat berfokus pada adaptasi hukum terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tanpa meninggalkan akar keilmuan yang telah dibangun sebelumnya. Dengan demikian, keahlian Teguh Sri Rahardjo tetap relevan sebagai landasan untuk mengkaji dinamika hukum di Indonesia, meskipun produktivitas publikasi terbaru masih terbatas.
Teguh Wahono
Faculty of Law • Law
Teguh Wahono memiliki latar belakang keilmuan di bidang hukum dengan rekam jejak publikasi yang sangat terbatas. Dalam lima tahun terakhir, tidak terdapat publikasi terbaru yang tercatat, sehingga analisis keahlian akademik saat ini harus didasarkan pada satu publikasi lama dari tahun 2011. Publikasi tersebut berjudul "Success Story: Squeeze Cemented 9 Interval Perforations in One Shoot!" yang secara jelas berada di luar ranah hukum, melainkan mengindikasikan keahlian teknis di bidang perminyakan atau teknik pengeboran, khususnya dalam teknik penyemenan dan perforasi sumur minyak. Tidak ada bukti pergeseran tema riset menuju hukum karena ketiadaan publikasi mutakhir. Dengan demikian, keahlian akademik Teguh Wahono tidak dapat dipastikan berada dalam disiplin ilmu hukum sebagaimana afiliasi fakultasnya. Publikasi tunggal yang ada justru menunjukkan kompetensi di bidang teknik perminyakan, namun tanpa publikasi terbaru, tidak mungkin menyimpulkan fokus riset terkini atau kesinambungan tematik. Oleh karena itu, ringkasan ini hanya dapat mencatat bahwa rekam jejak publikasi yang ada tidak mendukung klaim keahlian di bidang hukum, dan arah riset mutakhir tidak dapat diidentifikasi karena ketiadaan data dalam lima tahun terakhir.
Thobagus Mohammad Nu’man
Faculty of Psychology • Psychology
Thobagus Mohammad Nu’man memiliki keahlian akademik yang berfokus pada psikologi karier dan perilaku individu dalam konteks sosial kontemporer. Riset mutakhirnya pada tahun 2024 mengkaji self-perceived employability di era digital, dengan menganalisis peran dukungan sosial online, tipe pengguna media sosial, dan career adaptability. Kajian ini menandai pergeseran fokus yang jelas dari studi sebelumnya yang lebih menekankan pada perilaku sadar lingkungan dan pengemudi agresif, menuju isu ketenagakerjaan yang terintegrasi dengan teknologi digital. Meskipun demikian, kesinambungan tematik tetap terlihat melalui minat yang konsisten pada konstruk career adaptability dan career decision self-efficacy, yang telah diteliti sejak tahun 2018 dan 2020. Publikasi awal tersebut membahas hubungan kecerdasan emosional dengan persiapan karier serta peran mediasi efikasi diri dalam pengambilan keputusan karier. Secara metodologis, riset terbaru menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur untuk menguji model prediktif, melanjutkan tradisi penelitian sebelumnya yang juga mengandalkan analisis statistik seperti regresi dan mediasi. Objek kajian tetap berpusat pada mahasiswa sebagai populasi utama, namun konteks riset bergeser dari lingkungan kampus dan perilaku sehari-hari ke dunia kerja digital. Arah riset terkini menegaskan spesialisasi Thobagus pada psikologi karier di era digital, dengan penekanan pada bagaimana faktor sosial dan teknologi membentuk persepsi individu terhadap peluang kerja.
Thorikul Huda
Faculty of Sciences • Analisis Kimia
Berdasarkan publikasi terkini, keahlian akademik Thorikul Huda berfokus pada pengembangan metode analisis dan remediasi lingkungan, khususnya penanganan polutan nitrogen dalam matriks air dan pangan. Pada tahun 2022, ia mengusulkan metode baru untuk menghilangkan amonia dari air limbah rumah sakit menggunakan elektrolisis aliran, yang menunjukkan pergeseran signifikan dari riset sebelumnya yang lebih banyak berkutat pada pengembangan katalis berbasis lempung dan material berpori untuk konversi senyawa organik. Karya terbaru lainnya mengonfirmasi kompetensinya dalam analisis kuantitatif nitrit pada sayuran menggunakan spektrofotometri UV-Visibel, dengan validasi parameter linearitas, presisi, serta batas deteksi dan kuantifikasi. Publikasi lama, seperti verifikasi metode timbal dalam udara ambien menggunakan ICP-OES dan validasi sulfat pada sampel mortar, memperkuat latar belakangnya dalam validasi metode analitik sesuai standar ISO/IEC 17025. Sementara itu, riset awal tentang adsorpsi metilen biru menggunakan selulosa alang-alang serta katalis nikel/zirkonia tersulfatasi pada montmorilonit menunjukkan kesinambungan minat pada material fungsional untuk aplikasi lingkungan. Namun, fokus mutakhirnya jelas bergeser ke arah pengembangan teknik elektrokimia untuk pengolahan air limbah dan analisis kontaminan pangan, meninggalkan riset katalisis dan material berpori yang dominan pada periode 2011–2018. Dengan demikian, keahliannya kini terintegrasi pada kimia analitik terapan dan teknologi remediasi lingkungan berbasis elektrokimia.
Tian Wahyudi
Faculty of Business and Economics • Development Economics
Keahlian akademik Tian Wahyudi berfokus pada pengembangan strategi dan reformulasi Pendidikan Agama Islam dalam merespons dinamika era digital, revolusi industri, dan globalisasi. Riset mutakhirnya pada tahun 2023 secara spesifik mengkaji pembangunan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, dengan menekankan perlunya reformulasi metode pengajaran yang tepat dan efektif melalui telaah pustaka. Fokus ini merupakan puncak dari kesinambungan riset sebelumnya yang secara konsisten menyoroti penguatan literasi digital bagi generasi muda Muslim dalam kerangka Ulul Albab, reinterpretasi konsep jihad dalam pendidikan digital, serta strategi pendidikan akhlak di tengah era disrupsi. Objek kajiannya berpusat pada generasi muda Muslim dan masyarakat Muslim secara umum, dengan metode penelitian yang dominan bersifat kualitatif melalui studi pustaka dan analisis konseptual. Pergeseran tematik yang tampak adalah dari pembahasan umum tentang peran dan paradigma pendidikan Islam di era digital dan globalisasi menuju perumusan strategi pembelajaran yang lebih operasional dan kontekstual, khususnya dalam menyongsong lanskap teknologi dan sosial yang terus berubah. Arah riset terkini menegaskan komitmennya pada pengembangan pedagogi Islam yang relevan dan responsif terhadap tantangan zaman.
Tias Ismi Tamami
Faculty of Business and Economics • Development Economics
Tias Ismi Tamami memiliki keahlian akademik di bidang ekonomi pembangunan dengan fokus utama pada analisis sektoral dan pertumbuhan ekonomi regional. Publikasi terbaru dalam lima tahun terakhir belum tercatat, namun berdasarkan dua karya sebelumnya yang terbit pada tahun 2018, risetnya berpusat pada kajian ekonomi wilayah, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Publikasi pertamanya menyoroti superioritas sektor industri di Jawa Tengah, sementara publikasi kedua mengidentifikasi potensi ekonomi dan faktor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten/kota pada periode 2011-2015. Kedua studi ini menunjukkan kesinambungan minat terhadap dinamika ekonomi daerah, dengan penekanan pada peran sektor industri sebagai motor penggerak dan variabel-variabel yang memengaruhi laju pertumbuhan. Meskipun belum ada publikasi terbaru, arah riset Tias Ismi Tamami tampaknya masih berorientasi pada ekonomi regional dan sektoral, dengan potensi untuk memperluas cakupan ke isu-isu kontemporer seperti transformasi struktural, ketimpangan wilayah, atau dampak kebijakan desentralisasi. Keahliannya dalam metode kuantitatif dan analisis data panel juga terlihat dari pendekatan studi kasus yang digunakan. Secara keseluruhan, spesialisasinya terletak pada pemahaman tentang bagaimana sektor-sektor ekonomi, terutama industri, berkontribusi terhadap pertumbuhan dan pembangunan di tingkat lokal.
Tien Budi Febriani
Faculty of Medicine • Medicine
Tien Budi Febriani memiliki keahlian akademik di bidang kedokteran dengan fokus utama pada kesehatan anak, yang tercermin dari kesinambungan risetnya dari tahun 2015 hingga 2025. Publikasi awalnya menyoroti isu gizi dan praktik menyusui, seperti efektivitas suplementasi zat besi pada anak dengan anemia defisiensi besi di Purbalingga serta hubungan pengalaman menyusui dan pendidikan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Klaten. Namun, terjadi pergeseran signifikan menuju imunologi pediatrik pada riset mutakhirnya. Publikasi terbaru tahun 2025 berjudul "CD11b Expression Level Measurement to Distinguish Asthma Phenotype in Pediatric Patients" menandai fokus baru pada patogenesis inflamasi asma pada anak. Penelitian ini menggunakan pengukuran ekspresi CD11b, suatu antigen permukaan leukosit, untuk membedakan fenotip asma neutrofilik dan eosinofilik berdasarkan sel inflamasi dominan dalam sampel darah. Pergeseran ini menunjukkan transisi dari studi epidemiologi dan intervensi gizi menuju eksplorasi biomarker molekuler untuk diagnosis presisi penyakit alergi dan inflamasi pada anak. Dengan demikian, keahlian terkini Tien Budi Febriani berpusat pada imunologi pediatrik, khususnya pemanfaatan penanda permukaan sel untuk karakterisasi fenotip penyakit guna mendukung tata laksana asma yang lebih personal pada pasien anak.
Tintin Mutiara
Faculty of Industrial Technology • Chemical Engineering
Tintin Mutiara memiliki keahlian akademik yang berfokus pada pengembangan material berbasis selulosa bakteri untuk aplikasi lingkungan dan kesehatan. Dalam lima tahun terakhir, risetnya secara konsisten mengeksplorasi produksi selulosa bakteri dari limbah air kelapa melalui fermentasi, serta pemanfaatannya sebagai membran komposit fotokatalitik hijau dengan mengimobilisasi nanopartikel perak. Publikasi tahun 2022 hingga 2024 mendemonstrasikan sintesis nanopartikel perak yang ditemplat pada selulosa bakteri, karakterisasi komposit tersebut, dan aplikasinya sebagai membran filtrasi untuk menghilangkan zat warna metilen biru serta sebagai agen antibakteri. Pergeseran fokus yang menonjol adalah dari studi awal tentang bioadsorben berbasis biomassa lignoselulosa seperti serbuk kayu nangka dan batang singkong untuk penjerapan ion logam berat timbal, menuju pemanfaatan selulosa bakteri sebagai penyangga pembentukan nanopartikel perak dan pengembangan membran multifungsi. Riset terbaru juga mencakup aspek pengabdian masyarakat berupa pelayanan perbaikan kualitas air bersih di wilayah kerja puskesmas, yang menunjukkan integrasi antara riset material dan dampak sosial. Secara keseluruhan, arah riset mutakhir Tintin Mutiara berpusat pada rekayasa biopolimer ramah lingkungan dari limbah pertanian untuk solusi filtrasi dan remediasi lingkungan, dengan metode sintesis hijau dan karakterisasi material komposit.
Titie Rachmiati Poetri
Faculty of Law • Law
Titie Rachmiati Poetri memiliki keahlian akademik yang berfokus pada aspek hukum keuangan berkelanjutan, khususnya dalam mengintegrasikan prinsip syariah dengan instrumen pembiayaan hijau. Publikasi terbarunya pada tahun 2025, berjudul "Ensuring the credibility and sharia compliance of sovereign green sukuk to achieve net zero emissions in Indonesia," menandai pergeseran riset yang jelas ke arah tata kelola instrumen keuangan syariah untuk mendukung target iklim nasional. Kajian ini menyoroti urgensi pendanaan besar untuk mencapai Enhanced Nationally Determined Contribution (eNDC) 2030 dan Net Zero Emission 2060, dengan menekankan risiko greenwashing yang mengancam kredibilitas green sukuk. Fokus mutakhir risetnya adalah pada mekanisme jaminan kepatuhan syariah dan kredibilitas instrumen tersebut, yang merupakan isu krusial dalam pengembangan keuangan berkelanjutan di Indonesia. Dengan hanya satu publikasi dalam lima tahun terakhir, keahliannya tampak terpusat pada persinggungan antara hukum keuangan syariah, hukum lingkungan, dan kebijakan perubahan iklim. Meskipun tidak ada publikasi lama yang tersedia sebagai konteks, arah riset ini menunjukkan spesialisasi yang tajam pada penguatan kerangka hukum untuk memastikan integritas green sukuk sebagai alat pembiayaan transisi energi yang sah secara syariah dan efektif secara lingkungan.
