Rationalization of Rainfall Stations in the Bedadung Watershed Using the WMO and Kriging Methods
Environmental earth sciences • 2025
Shofwatul Fadilah memiliki keahlian akademik yang berfokus pada bidang hidrologi dan teknik sumber daya air, dengan penekanan mutakhir pada analisis risiko banjir dan optimalisasi jaringan pemantauan hidrologi. Dalam lima tahun terakhir, risetnya menyoroti dua isu utama: pertama, rasionalisasi stasiun curah hujan di Daerah Aliran Sungai Bedadung menggunakan metode WMO dan Kriging (2025), yang menunjukkan keahlian dalam statistik spasial dan manajemen data hidrologi untuk efisiensi jaringan pemantauan. Kedua, investigasi penyebab genangan banjir di kawasan Aerotropolis Bandara Internasional Yogyakarta (2023), yang mengidentifikasi faktor hidrologis dan drainase di area rawan banjir, khususnya pada saluran Carik yang terhubung ke Sungai Bogowonto dan Serang. Sebelumnya, kajiannya tentang pengaruh hujan lebat terhadap stabilitas lereng di Makam Imogiri (2020) memberikan konteks kesinambungan dalam analisis curah hujan ekstrem dan dampaknya terhadap infrastruktur. Publikasi lebih awal mengenai tekstur tanah dan bajak lorong (2016) serta sistem irigasi tetes cerdas untuk tembakau (2015) menunjukkan latar belakang di bidang mekanika tanah dan irigasi presisi. Secara keseluruhan, terjadi pergeseran fokus dari teknik irigasi dan stabilitas lereng menuju pemodelan hidrologi perkotaan dan manajemen risiko banjir, dengan objek kajian yang kini berpusat pada kawasan aerotropolis dan DAS, serta metode yang mengandalkan analisis spasial dan data lapangan.
Environmental earth sciences • 2025
Teknisia • 2023
E3S Web of Conferences • 2020
2016
2015