Perbandingan Pemberian Mannitol 20 % Dosis 0.5g/Kgbb dengan Natrium Laktat Hipertonik Dosis 1.5 Ml/Kgbb Terhadap Efek Relaksasi Otak pada Pasien Cedera Otak Traumatik yang Dilakukan Kraniotomi
Jurnal Komplikasi Anestesi • 2023
Keahlian akademik Muhammad Yusuf Hisam berfokus pada bidang anestesiologi dan perawatan perioperatif, khususnya pada penanganan pasien cedera otak traumatik yang menjalani kraniotomi. Riset mutakhirnya menyoroti manajemen tekanan intrakranial melalui perbandingan efektivitas dua agen osmoterapi, yaitu mannitol 20% dosis 0,5 g/kgBB dan natrium laktat hipertonik dosis 1,5 ml/kgBB, dalam menghasilkan efek relaksasi otak yang optimal. Studi ini menekankan pentingnya pengendalian tekanan intrakranial dan pemeliharaan hemodinamik pasien selama fase pre, durante, dan post operasi sebagai strategi utama dalam tata laksana perioperatif. Pergeseran fokus riset terlihat dari publikasi sebelumnya yang membahas inovasi alat bantu intubasi, yaitu kombinasi kamera endoskop dengan laringoskop standar modifikasi untuk pemasangan pipa endotrakeal. Jika riset awal lebih berorientasi pada peningkatan teknik airway management, maka arah riset terkini telah bergeser secara signifikan ke arah farmakologi klinis dan fisiologi serebral pada kasus neurotrauma. Secara keseluruhan, keahliannya mencakup pengelolaan jalan napas, resusitasi, dan kini secara spesifik mendalami terapi osmotik untuk relaksasi otak pada pasien bedah saraf, dengan metode penelitian komparatif klinis yang relevan untuk praktik anestesi.
Jurnal Komplikasi Anestesi • 2023
Advances in health sciences research/Advances in Health Sciences Research • 2021