Nanotechnology-Based Formulations of Curcuma xanthorrhiza for Modern Herbal Therapy: A Narrative Literature Review
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) • 2026
Keahlian akademik Hannie Fitriani berfokus pada pengembangan sistem penghantaran obat berbasis nanoteknologi untuk meningkatkan bioavailabilitas ekstrak herbal, dengan penekanan mutakhir pada formulasi Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dan bentuk padatnya (S-SNEDDS). Riset terbaru menunjukkan spesialisasi pada ekstrak Curcuma xanthorrhiza (temulawak), yang dikaji dari aspek formulasi, karakterisasi, dan stabilitas untuk mengatasi kelarutan rendah senyawa aktif seperti xanthorrhizol. Publikasi tahun 2025 memperluas cakupan ke kombinasi ekstrak propolis, teripang, dan Centella asiatica dalam sistem berbasis Labrasol®, serta meninjau aktivitas farmakologi dan toksikologi Phyllanthus niruri dan genus Begoniaceae. Pergeseran tematik terlihat dari fokus awal pada SNEDDS ibuprofen (2019) menuju pengembangan sistem serupa untuk bahan alam, yang kemudian diperkuat dengan tinjauan literatur naratif tahun 2026 tentang formulasi nanoteknologi untuk Curcuma xanthorrhiza. Secara keseluruhan, riset Hannie mengintegrasikan teknologi farmasi modern dengan eksplorasi fitokimia dan farmakologi tanaman obat Indonesia, dengan arah pengembangan sediaan herbal terstandar yang lebih efektif secara klinis.
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) • 2026
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) • 2025
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis • 2025
Media Farmasi • 2025
Jurnal Sains Farmasi & Klinis • 2025
Jurnal Sains Farmasi & Klinis • 2021
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY • 2019