- COMPARISON BETWEEN FINGERPRINT PATTERNS AND TOTALRIDGE COUNT IN DIABETES MELITUS PATIENTS WITH NORMAL POPULATION IN SLEMAN
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia • 2023
Handayani Dwi Utami memiliki keahlian akademik yang berfokus pada eksplorasi dermatoglifi sebagai alat skrining non-invasif untuk diabetes melitus, sebagaimana tercermin dalam publikasi terbarunya pada tahun 2023. Riset mutakhirnya membandingkan pola sidik jari dan total ridge count antara pasien diabetes melitus dengan populasi normal di Sleman, dengan tujuan mengidentifikasi penanda dini yang murah dan tidak invasif. Pendekatan ini menunjukkan pergeseran tematik yang signifikan dari penelitian sebelumnya pada tahun 1997 yang mengkaji sklerotia Rhizoctonia solani pada tanaman padi dan populasinya di berbagai jenis tanah. Jika publikasi lama berorientasi pada patologi tanaman dan mikrobiologi tanah, maka fokus terkini beralih ke bidang biomedis dan epidemiologi klinis, khususnya pemanfaatan karakteristik biologis unik seperti dermatoglifi untuk prediksi penyakit metabolik. Metode yang digunakan bersifat komparatif observasional, dengan objek kajian berupa pola sidik jari manusia sebagai cerminan kondisi fisiologis. Arah riset ini menekankan pengembangan alat diagnostik alternatif yang mudah diakses, menjembatani antara genetika perkembangan dan praktik klinis. Secara keseluruhan, keahlian Handayani kini terpusat pada integrasi dermatoglifi dalam deteksi dini diabetes melitus, meninggalkan ranah agrikultur menuju inovasi skrining kesehatan masyarakat.
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia • 2023
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia • 2023
Indonesian Journal of Biotechnology (Universitas Gadjah Mada) • 1997